Monday, June 16, 2014

hal positif dari PHK

KOMPAS.com — Salah satu risiko menjadi pegawai, yang suka tak suka harus siap diterima, adalah kehilangan kontrak kerja atau pemutusan hubungan kerja (PHK). Ketika situasi ini terjadi pada Anda, jangan pernah menyalahkan diri sendiri, apalagi Anda telah berupaya memberikan kontribusi terbaik. Bersiaplah menghadapi situasi yang tak menyenangkan ini dengan berpikir positif sekaligus meyakinkan diri, Anda tetap mampu kembali berkarya.
1. Terkena PHK bukan berarti Anda pecundang
Keputusan PHK bukan didasarkan pada penilaian bahwa Anda tidak berguna. Jangan pernah menyalahkan diri sendiri saat Anda masuk daftar pegawai yang terkena PHK. Tak ada yang salah dengan Anda. Anda adalah makhluk yang spesial dan unik. Yakini hal ini sebagai bagian dari diri Anda.
2. PHK problemnya ada pada perusahaan Anda
Perusahaan tak mampu menyelenggarakan bisnis dengan baik serta tidak mampu memberikan manfaat bagi usaha dan produktivitas pegawainya. Ketidakmampuan perusahaan inilah yang menyebabkan pemilik usaha harus memangkas karyawannya. Jangan pernah menyalahkan diri sendiri karena PHK. Jika ingin menyalahkan pihak lain sebagai proses pemulihan diri dari kekecewaan, tujukkan saja pada kalangan eksekutif di perusahaan yang masih saja mendapat gaji besar di saat perusahaan terpuruk secara finansial. Banyak contoh menjadi bukti, bagaimana perusahaan besar bangkrut dan lebih mengorbankan karyawan melalui PHK untuk menyelamatkan bisnisnya.
3. Menerima keadaan dan kembali bangkit
Sikap menerima kondisi terburuk dalam karier dan pekerjaan akan memudahkan Anda mengatasi keadaan sulit ini. Pahamilah, Anda, sebagai pegawai, tak memiliki wewenang untuk membuat keputusan dalam mempertahankan posisi. Keputusan perusahaan untuk memangkas jumlah karyawan dipengaruhi birokrasi korporasi, termasuk di dalamnya motivasi politik dari orang-orang yang punya kuasa. Saat PHK menjadi pilihan perusahaan, terimalah kenyataan pahit ini, berikan waktu dan perhatian untuk diri sendiri, lalu lanjutkan hidup Anda.
4. Manfaatkan uang pesangon
Saat memutuskan PHK, kebanyakan perusahaan akan memberikan uang pesangon. Anda berhak bersikap aktif atas hak tenaga kerja ini. Setelah mendapatkan uang pesangon, persiapkan diri untuk memanfaatkan dana ini dalam melewati masa transisi. Apa pun keputusan Anda di kemudian hari, pastikan uang ini bermanfaat untuk pengembangan diri Anda. Apakah digunakan sebagai dana cadangan sambil menunggu diterima bekerja di perusahaan lain? Atau Anda manfaatkan untuk menjalani bisnis yang telah lama Anda idamkan? Pastikan uang ini dimanfaatkan dengan terencana.
5. Posisi Anda lebih baik daripada mereka yang dipertahankan
Cobalah untuk selalu melihat sisi positif dari setiap kondisi yang Anda alami. Jika harus membandingkan, karyawan yang dipertahankan tak lebih baik kondisinya dengan Anda. Tekanan kerja dan tumpukan tugas yang harus dijalankan lebih berat lantaran jumlah pekerja yang berkurang dengan kapasitas tugas yang sama. Anda terbebas dari tugas ini dan lebih leluasa mencari peluang lain yang bisa meningkatkan pendapatan dan karier Anda.
6. Anda memiliki kemampuan, pengetahuan, dan talenta
Status karyawan memang tak lagi di tangan. Namun, Anda masih memiliki aset berharga, kemampuan, pengetahuan, dan talenta. Dengan aset penting inilah, Anda bisa mencari peluang lain yang jauh lebih menyejahterakan. Kemampuan, talenta, pengalaman, pengetahuan, etos kerja, integritas, dan kemampuan diri menjadi kekuatan diri Anda untuk mendapatkan lingkungan kerja yang lebih bernilai dan memberikan manfaat bagi orang lain. Semakin bermanfaat diri Anda, semakin tinggi reward yang akan Anda terima.
7. Manfaatkan kondisi ini untuk meningkatkan kualitas hidup
Kehidupan Anda boleh saja terpuruk dan menjadi semrawut karena PHK. Namun, di sisi lain, Anda tengah diberikan waktu dan kesempatan untuk meningkatkan kembali kualitas kehidupan personal, hubungan dengan keluarga, dan juga karier Anda nantinya. Anda perlu mensyukuri kesempatan ini karena dengan begitu Anda bisa mengambil alih kembali kehidupan Anda. Manfaatkan sebaik-baiknya kesempatan emas ini.
8. Waktunya mengatur kembali kehidupan personal dan karier
Manfaatkan peluang emas ini untuk menata kembali masa depan. Untuk memotivasi diri, visualisasikan kehidupan yang sejahtera dan Anda nikmati di masa mendatang. Dengan demikian, Anda akan terdorong untuk menyusun rencana dan target sesuai keinginan. Segalanya mungkin. Jadi bebaskan imajinasi Anda. Kejar apa yang menjadi minat dan prioritas Anda. Ikuti intuisi dan maksimalkan potensi diri. Kehidupan karier dan personal Anda akan lebih harmonis. Anda akan menjalani apa yang paling Anda inginkan dalam hidup. Momen ini disebut sebagai waktunya meraih keseimbangan hidup. Di masa inilah Anda bisa menikmati diri sendiri, karier, pekerjaan, dan hubungan keluarga.
9. Mencari dukungan dari orang lain
Tak mudah menjalani masa transisi sejak terkena PHK hingga nantinya beraktivitas kembali. Perasaan kesepian bisa jadi melanda. Anda harus segera mengatasi situasi tak mengenakkan ini. Banyak orang di sekitar Anda yang peduli. Yang perlu Anda lakukan adalah memintanya membantu Anda. Pencapaian Anda hingga saat ini tak lepas dari dukungan orang lain di sekitar Anda. Jalinlah komunikasi yang baik dengan orang-orang yang telah memberikan semangat dan motivasi, termasuk saat keadaan Anda terpuruk.
10. Pilih orang yang tepat untuk mendukung Anda
Bagaimanapun, setiap orang membutuhkan dukungan atau motivasi membangun dari orang lain di sekitarnya. Saat Anda terpuruk karena PHK, dan sedang mencoba bangkit lagi, pilih orang yang bisa diajak bicara untuk membangun potensi diri. Anda membutuhkan orang yang tepat untuk menggali passion, keinginan, keyakinan, dan potensi diri. Sikap obyektif dan jujur dari teman bicara Anda sangat dibutuhkan.
WAF
Editor: Dini
Sumber: SheKnows

Sunday, June 15, 2014

penelitian seputar puasa

TEMPO.CO, Sydney - Berpuasa selama tiga hari bisa menumbuhkan sistem kekebalan tubuh, bahkan pada mereka yang berusia lanjut usia. Para ilmuwan menemukan terobosan ini sebagai suatu yang "luar biasa". Meskipun berpuasa dikritik banyak pakar nutrisi, tetapi hasil riset menunjukkan bahwa membuat tubuh lapar mendorong sel-sel tubuh memproduksi lebih banyak sel darah putih yang berguna untuk melawan infeksi.

Para ilmuwan dari University of Southern California (USC), seperti dikutip situs Sydney Morning Herald edisi 6 Juni 2014, mengatakan temuan ini bermanfaat khususnya untuk mereka yang menderita kerusakan sistem kekebalan tubuh, seperti pasien kanker yang mengalami kemoterapi. Puasa juga bisa membantu para lansia yang sistem kekebalan tubuhnya menjadi kurang efektif.

Ilmuan mengatakan bahwa puasa mengganti dengan cepat batang sel-sel untuk menciptakan sel darah putih, terutama memperbaiki sistem kekebalan tubuh. "Hal ini menjadikan batang sel maju dan mulai berkembang biak serta membangun kembali seluruh sistem," kata Valtor Longo, profesor gerontologi dan ilmu biologi di USC, seperti dikutip situs Telegraph.

Tubuh, kata dia, bisa membebaskan bagian-bagian dari sistem yang kemungkinan rusak atau sudah tua serta bagian yang tidak efisien selama berpuasa. "Kini Anda bisa mulai dengan sistem yang sudah sangat rusak akibat kemoterapi atau penuaan, siklus puasa bisa memperbarui, secara literal, membangun sebuah sistem kekebalan tubuh yang baru," ujar dia.

Berpuasa lama akan mendorong tubuh untuk menggunakan simpanan glukosa dan lemak sekaligus memecah porsi sel-sel darah putih secara signifikan. Pada masing-masing siklus puasa, proses tersebut mendorong perubahan yang memicu batang sel memperbarui atau sel-sel sistem kekebalan tubuh.

Dalam percobaan, para relawan diminta untuk berpuasa secara rutin selama dua atau empat hari dalam periode enam bulan. Para ilmuwan menemukan bahwa puasa yang lama juga menurunkan enzim PKA yang ada hubungannya dengan penuaan dan hormon yang meningkatkan risiko kanker dan pertumbuhan tumor.

"Saat Anda berpuasa, sistem mencoba untuk menyimpang energi dan yang bisa dilakukan dalam menyimpan energi adalah mendaur ulang banyak sel-sel kekebalan yang tidak diperlukan, khususnya yang rusak," kata Longo. Berpuasa selama 72 jam juga melindungi pasien kanker melawan dampak toksin dari kemoterapi.

"Hasil studi ini menunjukkan bahwa berpuasa kemungkinan meredakan efek berbahaya dari kemoterapi," ujar penulis hasil riset, Tanya Dorff, assistant professor of clinical medicine di USC Norris Comprehensive Cancer Center and Hospital. Lebih lanjut Longo mengatakan, "Tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa berpuasa bisa berbahaya sebaliknya ada bukti kuat yang menunjukkan bahwa berpuasa sangatlah bermanfaat."

SYDNEY MORNING HERALD I ARBA'IYAH SATRIANI

Tuesday, June 10, 2014

Kiat pakai airphone



Klikdokter.com – Tahukah Anda bahwa mendengarkan lagu atau sekedar melihat-lihat video dengan gadget atau smartphone Anda melalui earphone, headphone, dan perangkat sejenis lainnya bisa membahayakan telinga Anda?
Benar, berdasarkan penelitian, suara yang terlalu keras dapat menyebabkan kerusakan permanen pada pendengaran Anda.
Lantas, seberapa keraskah ambang batas suara yang boleh kita dengar?
Jika Anda dapat mendengar suara melalui headphone atau earphone orang lain. Hal tersebut adalah indikasi bahwa suara yang didengar terlalu kencang dan akan menyebabkan kerusakan permanen pada pendengaran. (Baca: Headphone Berpotensi Merusak Pendengaran)
Berdasarkan penelitian suara yang berada pada level 85dB (decibel, satuan volume suara) ke bawah, dinyatakan aman bagi pendengaran. Jika Anda terpaparakan suara yang rata-rata melebihi 90dB selama lebih dari 8 jam per hari, maka akan terjadi kerusakan permanen pada organ pendengaran Anda. Karena itulah pekerja di proyek bangunan atau pun bandara selalu mengenakan pelindung telinga agar mencegah terjadinya kerusakan permanen pada organ pendengaran Anda.
Sebagai acuan bagi Anda, tahukah Anda bahwa sebuah bisikan di telinga memiliki kekuatan 30dB, suara lalu lintas kendaraan 75dB, suara tembakan 100dB, suara pesawat terbang 140dB, dan yang paling penting bahwa perangkat musik stereo Anda yang Anda dengarkan melalui earphone memiliki tingkat kebisingan antara 95–115dB, sesuai dengan volume yang Anda tentukan?
Bukan tidak boleh untuk menggunakan perangkat-perangkat yang ada ataupun mendengarkan musik kegemaran Anda, namun sangatlah bijaksana jika kita memahami konsekuensinya dan mulai mengatur kekuatan suara dan lamanya agar Anda terhindar dari bahaya menjadi ‘budek’. Jadi apakah Anda masih mau mengorbankan indera pendengaran Anda yang begitu berharga?

Haega Naik Jelang Ramadhan



MERDEKA.COM. Menteri Pertanian Suswono meminta masyarakat tidak panik jika terjadi kenaikan harga jelang bulan puasa. "Jadi begini, jadi selama ini, kenaikan harga hanya merupakan ritual, sebenarnya kalau pasokan sebenarnya ada. Yang penting sebetulnya masyarakat. Ga usah panik, jangan panik. Itu saja," ujarnya di Komplek Istana Negara, Jakarta, Selasa (10/6).
Dia memastikan pasokan barang kebutuhan selama puasa tercukupi. Tetapi, karena banyaknya masyarakat yang membeli kebutuhan secara berlebihan, menyebabkan stok di pedagang habis. "Yang terjadi kan sebetulnya stok di pedagang terbatas, sehingga terjadi kekurangan karena dia (masyarakat) membeli terlalu banyak."
Situasi tersebut dimanfaatkan pedagang untuk menaikkan harga kebutuhan pokok. "Ini seperti tradisi menjelang Ramadan, ya harga harus naik. Sebetulnya kan begitu, nanti lebaran naik lagi," ujarnya.
Suswono menyarankan kepada masyarakat agar membeli kebutuhan pokok secukupnya dan tidak melebihi dari kebutuhan. Saat ini, beberapa barang kebutuhan pokok masih relatif stabil, terkecuali telur dan daging ayam.
Kenaikan, lanjut dia, karena kebijakan Kemendag agar para peternak tidak mengalami kerugian. "Sehingga memang sebenarnya naik karena didesain Menteri Perdagangan. Dinaikan agar menguntungkan peternak," katanya.
Sumber: Merdeka.com

masak bikin gemuk? ono sebabnya



Sayangnya, ada kebiasaan-kebiasaan tertentu saat memasak yang justru merusak upaya diet Anda. Seperti apa kebiasaan-kebiasaan itu? Inilah 3 kebiasaan tak sehat saat memasak yang bisa menggagalkan upaya diet Anda:
Terlalu Banyak Minyak
Penggunaan minyak goreng saat memasak adalah salah satu hal yang harus Anda kurangi jika ingin menurunkan berat badan. Minyak zaitun memang sumber lemak yang sehat, akan tetapi jika Anda menggunakannya secara berlebihan, bukan tidak mungkin minyak zaitun bisa menghambat program diet Anda. Satu sendok makan minyak zaitun mengandung sekitar 120 kalori.
Tidak Mengukur Porsi Makan
Segala yang berlebihan memang tidak dianjurkan, meski yang Anda konsumsi makanan sehat sekalipun. Kesibukan yang tinggi terkadang membuat Anda lalai dalam mengendalikan porsi makan. Akibatnya, roti gandum sebungkus pun Anda habiskan sambil menonton televisi. Belum lagi jus buah dengan gula tambahan pun sudah siap menanti. Ini artinya, tubuh Anda masih berpotensi menyimpan terlalu banyak kalori. Meski sehat, Anda tidak perlu berlebihan menyantap roti gandum itu. Dan sebaiknya, tidak perlu gula tambahan saat membuat jus buah.
Mencomot Makanan Sambil Memasak
Ada kebiasaan yang tidak terasa membuat diet Anda berantakan. Salah satunya adalah, terlalu banyak mencomot makanan yang sedang Anda masak. Coba Anda hitung berapa kali Anda mencomotnya. Ini artinya ada tambahan kalori yang masuk ke tubuh Anda tanpa Anda sadari.

Mitis seputar jerawat



Banyak mitos-mitos seputar perawatan kulit yang menyesatkan dan justru merugikan kita. Tidak terkecuali dalam merawat kulit yang berjerawat. Agar Anda tidak mudah tersesat dengan mitos-mitos yang menyesatkan berikut beberapa mitos seputar jerawat yang perlu Anda ketahui:
Mitos 1: Tabir Surya Bisa Bikin Jerawat Semakin Parah
Mitos ini sering kali kita dengar. Alhasil banyak orang yang menghindari penggunaan tabir surya. Padahal, sebetulnya penggunaan tabir surya ini sangat penting. Baik yang berjerawat maupun tidak, wajib menggunakan tabir surya untuk melindungi kulit dari paparan sinar UV. Terlalu sering terpapar sinar UV dapat meningkatkan risiko terhadap kanker kulit. Bagi Anda yang memiliki jerawat, sebaiklah pilih tabir surya yang mengandung zinc oxide yang mana bersifat tidak menutupi pori-pori kulit.
Mitos 2: Jerawat Disebabkan Oleh Makanan
Mitos ini sudah tidak asing lagi dan selalu menjadi pantangan bagi siapa pun yang punya jerawat. Faktanya, sampai saat ini belum ada jurnal ilmiah yang membuktikan secara langsung bahwa makanan merupakan penyebab utama timbulnya jerawat. Justru faktor hormonal yang menjadi penyebab utama munculnya jerawat.
Mitos 3: Kurangi Jerawat dengan Sering Membersihkan Wajah
Banyak yang percaya bahwa jerawat disebabkan kulit yang kotor sehingga mereka mengatasinya dengan sering mencuci wajah sesering mungkin. Ini salah. Akibat faktor hormonal, produksi sebum akan semakin meningkat. Sebum yang bercampur dengan sel-sel kulit mati akan menutupi pori-pori, merangsang terbentuknya jerawat dan peradangan. Terlalu sering membersihkan wajah dengan sabun memang dapat mengurangi sebum. Namun, sebum yang terkikis oleh karena terlalu seringnya membersihkan wajah bisa merangsang kelenjar sebum untuk memproduksi sebum lebih banyak lagi. Justru ini membuat jerawat semakin bertambah parah. Untuk membersihkan wajah, cukup dua kali sehari.
Mitos 4: Kulit Berjerawat Dilarang Menggunakan Makeup
Sebetulnya, kulit berjerawat tetap bisa menggunakan makeup asalkan memilih jenis makeup yang khusus untuk kulit berminyak dan berjerawat. Contohnya produk makeup seperti BB Cream, Anda tetap bisa menggunakannya asalkan pilih BB Cream untuk kulit berminyak dan berjerawat. Namun, ada beberapa jenis makeup yang menutupi pori-pori kulit yang berujung pada munculnya jerawat. Ini yang perlu Anda hindari.
Mempercayai mitos yang menyesatkan justru bisa merugikan Anda. Jadilah konsumen yang pintar dan jangan mudah terpengaruh dengan issue yang simpang siur dan belum tentu benar. Semoga Membantu!